HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS MENTAL EMOSIONAL PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAJO KABUPATEN LUWU TAHUN 2019

  • Hairuddin Safaat Akademi Keperawatan Sawerigading Pemda Luwu
  • Hardin Akademi Keperawatan Sawerigading Pemda Luwu
Keywords: Family Support, Emotional Mental Status, Family Support, Emotional Mental Status

Abstract

Epidemiologically shows that with the increase in the elderly population, the number of hypertensive patients also increases, both systolic hypertension and a combination of systolic and diastolic hypertension that often occurs in more than half of people aged> 65 years.  This study aims to correlate between family support and emotional emotional status in the elderly who have hypertension in the working area of ​​the Larompong Health Center in Luwu District.  Data were collected by questionnaire and analyzed univariately and bivariately using the Kruskall Wallis test.  The study concluded that family support was significantly related to emotional mental status of elderly patients with hypertension in the area of ​​the Larompong Health Center in Luwu Regency.  assessment support (p: 0.168).  The importance of families improving the care function of elderly family members by providing adequate support includes the support of all components of support both facility support, information, and rewards consistently by involving all family members.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andri et al (2009)., Analisis Gangguan Mental Penduduk Indonesia, Majalah Kedokteran Indonesia Volume 59, No 10. dari http://www.google.com, (Diakses pada 9 juni 2018)
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Astuti (2010), Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Posyandu Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri. dari http://www.google.com, Diakses pada 9 juni 2018.
Friedman, M.M, Bowden, O & Jones,M, (2010). Keperawatan Keluarga: teori dan praktek: alih bahasa ,Achir Yani S, Hamid…(et al): editor edisi bahasa Indonesia, Estu Tiar, Ed.5, Jakarta :EGC
Hanik, Khulaifah, S, Haryanto. J dkk (2013)., Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Activitie Daily Living Di Dusun Sembayat Timur, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, http://journal. unair.ac.id/filerPDF/ijchncdd 6438238abs. pdf., diakses 14 Juni 2018
Kementerian Kesehatan RI (2013), Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia, Bulletin Jendela Data dan Informasi Kemenkes RI, Semester I 2013, ISSN 2088 270 X. kml-lansia.ac.id/Downloads/files/9095/ pdf. Diakses 9 juni 2018
Kusharyadi. (2010). Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia. Jakarta: Salemba (BPS, 2013)
Maryam, R. Siti, dkk. (2010). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika
Muchid, A., et al, (2009). Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Departemen Kesehatan. Available from: http://binfar. depkes.go.id/download/.pdf.Diakses 1 Juli 2018.
Noorkasiani & Tamher S., (2009), Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan, Jakarta, Salemba Medika
Notoatmodjo (2010), Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni, Rineka Cipta, Jakarta
Nugroho,.W., (2009)., Keperawatan Gerontik Edisi 2, EGC, Jakarta
Nursalam, (2009), Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian. Salemba Medika: Jakarta
Palmer, A., (2009)., Tekanan Darah Tinggi. (Yasmine, Penerjemah), Erlangga: Jakarta
Pangastiti (2011)., Analisis Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Burnout Pada Perawat Kesehatan Di Rumah Sakit Jiwa, heprints.undip.ac.id/29408,Diakses 9 juni 2018
Phibbs, (2009)., Hypertensive Heart Disease In: The Human Heart: A Basic Guide to Heart Disease 2nd ed. Lippincott: Williams & Wilkins
Potter, Patricia A. dan Anne G. Perry.( 2009). Fundamental Keperawatan Buku 1 Ed. 7. Jakarta: Salemba Medika
Prayitno, Sp.KJ (K) (2010)., Gangguan Psikiatri Pada Pasien Lanjut Usia., Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Majalah Kedokteran Indonesia Volume 59, No 10. dari http://www.google.com,Diakses 9 juni 2018.
Rohaendi, (2008), Hipertensi dan faktor resiko, http://rohaendi.blogspot.com /20080 601_archive.html diakses 23 Juni 2019
Stanley, Mickey dan Patricia Gauntlett Beare. (2009). Buku Ajar Keperawatan Gerontik, Edisi 2., Jakarta: EGC
Sutanto, (2009), Awas 7 Penyakit Degeneratif, Paradigma Indonesia,Yogyakarta
Sutikno (2011), Hubungan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia pada Kelompok Jantung Sehat Surya Group di Kediri http://repository.unand.ac.id/16373824/7 Diakses 9 juni 2018
Suwardiman, (2011), Hubungan antara dukungan keluarga dengan beban keluarga untuk mengikuti regimen terapeutik pada keluarga klien halusinasi RSUD Serang. Tesis Jakarta, FIK. diakses dari http://repository.unand.ac.id/16884/1 Diakses 9 juni 2018
Suyoko (2012) “Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Gangguan Mental Emosional Pada lansia Di DKI Jakarta (Analisis Data Riskesdas 2007)”. lontar.ui. digilib digital 2124554320. Diakses 23 juni 2018.
Yogiantoro, (2009), Hipertensi Esensial. In: Sudoyo, A.W., et al eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 5th ed. Jilid II. Jakarta: Interna Publishing, 1079-1085
Yunita (2013), Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Rw 002 Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat., portalgaruda.org/ OAI/index.php/browse/index/5? sortOrderId=&recordsPage=4., diakses 14 Juni 2018
Yusuf ,(2008)., Hipertensi Sekunder. Medical Review 21 (3): 71-79.
Published
2020-03-01
How to Cite
Safaat, H., & Hardin. (2020). HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN STATUS MENTAL EMOSIONAL PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI PUSKESMAS BAJO KABUPATEN LUWU TAHUN 2019. JURNAL LONTARA KESEHATAN, 1(1), 37-46. https://doi.org/10.22778/lontara.v1i1.10